BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
1.1.Latar
Belakang
Di dalam suatu masyarakat selalu masalah yang disebut masalah sosial, masyarakatlah yang menentukan sesuatu itu dapat
disebut masalah sosial atau bukan. Masalah sosial adalah suatu
ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat, yang
membahayakan kehidupan kelompok sosial. Jika terjadi bentrokan antara
unsur-unsur yang ada dapat menimbulkan gangguan hubungan sosial seperti
kegoyahan dalam kehidupan kelompok atau masyarakat.
Hal yang paling
mendominasi adanya masalah sosial adalah faktor ekonomi, karena faktor inilah
yang terlihat sangat mencolok denngan adaya banyak perbedaan yang ada dalam
tingkat perekoomian masyarakat.
Masalah sosial
yang lain yang sering timbul dikarenakan oleh adanya kemajuan teknologi atau
globalisasi, Seperti warung
internet (warnet) dan game playstation yang menjamur di sudut kota, ada
di setiap komplek ruko, hingga masuk ke kawasan perumahan. Internet semakin
mudah diakses dan semakin murah. Pilihan konten internet juga semakin
bervariasi. Saat ini hampir di setiap warnet juga menyediakan game online. Jika
dulu room- room di warnet kebanyakan diisi oleh pengguna dewasa, saat ini anak
dan remaja, banyak yang menyerbu masuk warnet. Selain itu, pihak warnet
juga membebaskan setiap pengunjung untuk mengakses websaid tanpa syarat-ayarat
tertentu seperti memblokir web untuk situs-situs porno, dan lain-lain, sehingga
anak dan remaja yang masuk kedalam room-room warnet pun bisa melakukan apapun
didalam room warnet tersebut.
Perkembangan
dunia iptek yang demikian pesatnya telah membawa manfaat luar biasa bagi
kemajuan peradaban umat manusia. Perkembangan dunia teknologi dan ilmu
pengetahuan alam tidak hanya menimbulkan keuntungan-keuntungan saja, namun ada
juga dampak negatif yang harus diperhatikan. Semua perubahan yang ada, termasuk
masalah sosial, harus diperhatikan dengan benar agar pemecahan masalahnya pun
juga dapat maksimal.
1.2.Rumusan Masalah
1.
Apa sajakah
isu-isu sosial yang ditimbulkan akibat kemajuan teknologi?
2.
Apakah
dampak negative penggunaan warnet bagi anak dan remaja ?
3.
Bagaimana
dampak positif dan dampak negative dari perkembangan teknologi di bidang sosial dan budaya ?
4.
Bagaiman
solusi penggunaan warnet yang cocok untuk anak dan remaja ?
1.3.Tujuan Penulisan
1.
Mengetahui isu-isu
sosial yang ditimbulkan akibat kemajuan teknologi
2.
Mengetahui
dampak negative penggunaan warnet bagi anak dan remaja
3.
Mengetahui
dampak positif dan dampak negative dari perkembangan teknologi di bidang sosial dan budaya ?
4.
Mengetahui
solusi penggunaan warnet yang cocok untuk anak dan remaja
BAB II
PEMBAHASAN
PEMBAHASAN
2.1. Isu Sosial
Akibat Kemajuan dan Penggunaan Teknologi
Perkembangan dunia iptek yang demikian pesatnya telah
membawa manfaat luar biasa bagi kemajuan peradaban umat manusia. Jenis-jenis pekerjaan yang
sebelumnya menuntut kemampuan fisik cukup besar, kini relatif sudah bisa
digantikan oleh perangkat mesin-mesin otomatis. Sistem kerja robotis telah mengalihfungsikan tenaga otot
manusia dengan pembesaran dan percepatan yang menakjubkan.
Begitupun dengan telah ditemukannya formulasi-formulasi baru
aneka kapasitas komputer, seolah sudah mampu menggeser posisi kemampuan otak manusia dalam berbagai
bidang ilmu dan aktivitas manusia. Ringkas kata, kemajuan iptek yang telah kita capai sekarang benar-benar
telah diakui dan dirasakan memberikan banyak kemudahan dan kenyamanan bagi
kehidupan umat manusia.
Bagi masyarakat sekarang, iptek sudah merupakan suatu
religion. Pengembangan iptek dianggap sebagai
solusi dari permasalahan yang ada. Sementara orang bahkan memuja iptek sebagai
liberator yang akan membebaskan mereka dari kungkungan kefanaan dunia. Iptek
diyakini akan memberi umat manusia kesehatan, kebahagiaan dan imortalitas.
Sumbangan iptek terhadap peradaban dan kesejahteraan manusia tidaklah dapat dipungkiri.
Namun manusia tidak bisa pula menipu diri akan kenyataan bahwa iptek
mendatangkan malapetaka dan kesengsaraan bagi manusia. Dalam peradaban modern
yang muda, terlalu sering manusia terhenyak oleh disilusi dari dampak negatif
iptek terhadap kehidupan umat manusia. Kalaupun iptek mampu mengungkap semua tabir rahasia alam dan
kehidupan, tidak berarti iptek sinonim dengan kebenaran. Sebab iptek hanya mampu menampilkan
kenyataan. Kebenaran yang manusiawi haruslah
lebih dari sekedar kenyataan obyektif. Kebenaran harus mencakup pula unsur keadilan.
2.2.
Dampak Negative Penggunaan Warnet Bagi Anak dan Remaja
Banyak
anak dan remaja menghabiskan waktu dan uang di warnet hingga berjam-jam
lamanya. Mereka tidak betah tinggal lagi di rumah. Lupa membuat tugas
sekolah (PR, red). Bahkan beberapa yang kecanduan, ada yang sampai larut malam,
malas pulang. Ada yang sampai berhenti sekolah. Bagi anak yang masih penurut
dan patuh kepada orangtua, mereka masih bisa diarahkan. Tahu diri dengan
kewajiban sebagai anak yang harus menghormati orangtua. Celakanya, ada anak dan
remaja yang sudah berani melawan sama orangtua. Kecanduan terhadap
permainannya membuat lupa diri. Keadaan ini diperparah kalau orangtua
kurang peduli atau tidak bisa mendidik anaknya.
Selain
berpengaruh pada prestasi dan kelanjutan pendidikan anak, dampak lain dari
kecanduan game online tersebut adalah munculnya kejahatan atau aksi kriminal
yang dilakukan oleh anak dan remaja. Pertama karena terdesak kebutuhan uang
untuk terus bermain di warnet. Kedua, permainannya yang penuh aksi dan
tantangan yang secara tidak sengaja mengajarkan anak pandai menirunya.
Saat
orangtua tidak mau memberi uang maka di saat tersebut timbul niat jahat untuk
mencuri. Biasanya dilakukan tidak sendiri, tetapi mengajak anak lain yang juga
tidak punya uang. Mereka membentuk kelompok atau komunitas sendiri. Sasarannya bermacam-macam,
ada yang mencuri sepeda motor, helm, tabung gas, kios pulsa, sampai kepada ikan
lele milik pedagang di pasar. Yang penting apa yang bisa dijadikan uang agar
bisa ke warnet lagi. Beberapa kasus pencurian yang dilakukan anak di
Kepri dilatarbelakangi oleh kedua hal tersebut.
Tidak saja pencurian, kasus pencabulan dengan korban dan pelaku anak juga meningkat seiring dengan kemudahan mengakses internet. Ini disebabkan situs-situs porno yang masih bisa diakses tanpa belum ada pemblokiran. Remaja mudah tergoda dan mempraktekkannya. Salah satu kasus misalnya, operator warnet yang masih remaja beberapa kali mencabuli pacarnya yang masih pelajar di salah satu bilik warnetnya beberapa waktu lalu di Batam.
Tidak saja pencurian, kasus pencabulan dengan korban dan pelaku anak juga meningkat seiring dengan kemudahan mengakses internet. Ini disebabkan situs-situs porno yang masih bisa diakses tanpa belum ada pemblokiran. Remaja mudah tergoda dan mempraktekkannya. Salah satu kasus misalnya, operator warnet yang masih remaja beberapa kali mencabuli pacarnya yang masih pelajar di salah satu bilik warnetnya beberapa waktu lalu di Batam.
Di
Medan, khususnya di daerah pancing banyak warnet-warnet yang biliknya tertutup
dan tinggi biliknya diatas kepala orang dewasa sehingga jika ada yang melintas
di depan bilik warnet tersebut tidak kelihatan apa yang dilakukan didalam bilik
tersebut. Selain itu, bilik warnet yang ada dipancing juga banyak yang di
lengkapi dengan pintu yang tertutup juga, sehingga jadi lebih mendukung orang
atau remaja untuk melakukan hal-hal yang tidak di inginkan didalam bilik warnet
tersebut. Tidak jarang anak-anak usia sekolahan baik SMP maupun SMA yang masuk
kedalam bilik warnet yang tertutup tersebut secara berpasang-pasangan. Hal
inilah yang tidak kita inginkan.
Disini
terjadi penyimpangan penggunaan warnet itu sendiri, dimana warnet seharusnya
digunakan untuk mencari informasi, sebagai sarana komunikasi dan rekreasi didunia
maya, tapi bukan tempat untuk pacaran
dan bahkan tempat untuk melakukan hal-hal yang dilarang oleh agama maupun
Negara seperti tindakan asusila.
![]() |
|||
![]() |
|||
|
Harus diakui bahwa warnet di sisi lain juga banyak
memberikan hal-hal positif bagi anak dan remaja. Dari internet mereka bisa
mendapatkan informasi yang dibutuhkan anak sesuai dengan bakat, minat dan
potensinya. Mereka bisa berekreasi di dunia maya dan bisa berkreasi dengan
kemajuan yang sudah ada. Tidak bisa kita pungkiri bahwa beberapa remaja dan
pemuda Indonesia bisa berprestasi dan mengharumkan Indonesia di kancah dunia
dari daya kreasi mereka terhadap IT.
Internet
dan IT merupakan kemajuan zaman yang tidak bisa kita hentikan atau kita musuhi.
Tidak mungkin bagi orangtua saat ini melarang sama sekali anak-anaknya untuk
bermain internet dan game online. Bila dilarang maka selain membuat anak
menjadi gaptek, juga ada beberapa hak anak yang kita langgar seperti hak
bermain, hak mendapatkan informasi, hak rekreasi, hak berkreasi dan lain
sebagainya yang sudah dijamin UU Perlindungan Anak. Kecuali bila ada
bentuk permainan alternatif lain yang digemari anak sehingga hak mereka tidak
hilang.
2.3.
Dampak Positif dan Dampak Negative dari Perkembangan Teknologi di Bidang Sosial dan Budaya
Dampak positif dari perkembangan
teknologi yaitu
a. Perbedaan kepribadian pria dan wanita. Banyak
pakar yang berpendapat bahwa kini semakin besar porsi wanita yang memegang
posisi sebagai pemimpin, baik dalam dunia pemerintahan maupun dalam dunia
bisnis. Bahkan perubahan perilaku ke arah perilaku yang sebelumnya merupakan
pekerjaan pria semakin menonjol. Data
yang tertulis dalam buku Megatrend for Women: From
Liberation to Leadership yang ditulis oleh Patricia Aburdene & John
Naisbitt (1993) menunjukkan bahwa peran wanita dalam kepemimpinan semakin
membesar. Semakin banyak wanita yang memasuki bidang politik, sebagai anggota
parlemen, senator, gubernur, menteri, dan berbagai jabatan penting lainnya.
b. Meningkatnya rasa percaya diri. Kemajuan ekonomi di negara-negara Asia
melahirkan fenomena yang menarik. Perkembangan dan kemajuan ekonomi telah
meningkatkan rasa percaya diri dan ketahanan diri sebagai suatu bangsa akan
semakin kokoh. Bangsa-bangsa Barat tidak lagi dapat melecehkan bangsa-bangsa
Asia.
c. Tekanan, kompetisi yang tajam di berbagai
aspek kehidupan sebagai konsekuensi globalisasi, akan melahirkan generasi yang
disiplin, tekun dan pekerja keras.
Meskipun
kemajuan teknologi memiliki nilai positif tapi akan berpengaruh negatip pada
aspek budaya, seperti:
a.
Kemerosotan
moral di kalangan warga masyarakat, khususnya di kalangan remaja dan pelajar.
Kemajuan kehidupan ekonomi yang terlalu menekankan pada upaya pemenuhan
berbagai keinginan material, telah menyebabkan sebagian warga masyarakat
menjadi “kaya dalam materi tetapi miskin dalam rohani”. Kenakalan dan tindakan yang
menyimpang di kalangan remaja semakin meningkat semakin lemahnya kewibawaan
tradisi-tradisi yang ada di masyarakat, seperti gotong royong dan
tolong-menolong telah melemahkan kekuatan-kekuatan sentripetal yang berperan
penting dalam menciptakan kesatuan sosial. Akibat lanjut bisa dilihat bersama,
kenakalan dan tindak menyimpang di kalangan remaja dan pelajar semakin
meningkat dalam berbagai bentuknya, seperti perkelahian, corat-coret,
pelanggaran lalu lintas sampai tindak kejahatan.
b.
Pola
interaksi antar manusia yang berubah. Kehadiran komputer pada kebanyakan rumah tangga golongan
menengah ke atas telah merubah pola interaksi keluarga. Komputer yang
disambungkan dengan telpon telah membuka peluang bagi siapa saja untuk
berhubungan dengan dunia luar.Program internet relay chatting (IRC), internet,
dan e-mail telah membuat orang asyik dengan kehidupannya sendiri. Selain itu
tersedianya berbagai warung internet (warnet) telah memberi peluang kepada
banyak orang yang tidak memiliki komputer dan saluran internet sendiri untuk
berkomunikasi dengan orang lain melalui internet. Kini semakin banyak orang
yang menghabiskan waktunya sendirian dengan komputer. Melalui program internet
relay chatting (IRC) anak-anak bisa asyik mengobrol dengan teman dan orang
asing kapan saja.
2.4.
Solusi Penggunaan Warnet yang Cocok Untuk Anak dan Remaja
Seiring dengan merebaknya situs pornografi dan ketertarikan
sebagian pengguna internet
khususnya kalangan remaja- dalam mengakses situs tersebut di warnet-warnet, di tambah
banyaknya kejadian 'mesum' atau semi mesum yang terjadi di sebuah bilik warnet,
maka beberapa pemerintah daerah mulai mengambil langkah antisipasi.
Salah satu yang mulai mencanangkan
langkah antisipatif tersebut adalah bupati Jepara Hendro Martojo dengan
kebijakan Warnet Sehatnya. Maka dikeluarkanlah Surat edaran Bupati tertanggal
08 Juli 2010 yang ditujukan kepada seluruh pengelola warnet di daerah tersebut.
Secara ringkasnya, surat edaran tersebut memuat beberapa 'harapan' atau semacam
tekanan terhadap para pengelola warnet agar :
·
Pertama,
berpartisipasi memerangi pornografi melalui jasa yang mereka kelola yakni
menindak segala bentuk pornografi yang dilakukan pengguna warnet.
·
Kedua,
mendesain bilik warnet agar lebih terbuka. Karena, bilik tertutup bahkan
menyerupai kamar dikhawatirkan mendorong membuka konten tak sehat dan tindakan
asusila; misalnya mengakses film, situs porno maupun melakukan tindakan asusila
dengan lawan jenis.
·
Ketiga,
memblokir seluruh situs maupun konten internet yang mengandung pornografi.
·
Keempat,
membina dan mengarahkan pengunjung yang masih anak-anak untuk menggunakan
internet sesuai dengan koridor pendidikan.
Sungguh empat poin di atas
sebenarnya sudah lebih dari cukup seandainya dijalankan dengan sungguh-sungguh
oleh para pengelola warnet yang ada. Sayangnya memang, dari pihak pengelola
warnet seringkali terlihat 'menikmati' banyaknya pelanggan yang asyik dengan
situs pornografi. Beberapa bahkan memfasilitasi dengan membuat bilik yang
rapat, atau bahkan menyediakan film-film tertentu dalam hard disknya. Ini bukan
cerita rekaan tetapi kejadian nyata yang sudah berulang kali tertangkap berita.
|
Selain itu, solusi untuk
meminimalisir dampak internet yaitu dengan ikut serta orangtua, pendidik,
aktivis anak, masyarakat, pengusaha warnet dan pemerintah, seperti :
·
Orangtua,
harus mengawasi, membatasi, mengarahkan sehingga anak mempunyai pemahaman apa
yang boleh diakses dan apa yang tidak boleh diakses anak di bilik-bilik warnet.
Bila perlu sekali-kali temani anak bermain atau pantau anak bermain. Dimana
biasa bermain, sama siapa, dan titip pengawasan anak sama operator warnet.
Boleh anak main game online asal jangan sampai kecanduan karena akan merusak,
melupakan kewajiban anak yang lain. Batasi waktu yang diberikan kepada
anak.
·
Bagi
guru, memberikan pendidikan dan arahan tentang bagaimana mengakses
internet yang sehat. Selain guru di sekolah, internet juga merupakan sumber
referensi berbagai ilmu pengetahuan. Bermain game hanya sekadar menghibur
disela tugas sebagai pelajar. Orientasi anak tetap giat belajar menuntut ilmu.
Bila saat ini banyak tugas kepada siswa yang mengharuskan anak masuk warnet,
maka berikan tugas yang benar-benar memuaskan rasa ingin tahunya terhadap ilmu
pengetahuan. Tidak bisa kita nafikkan, bahwa mencari informasi apa saja sangat
gampang dan cepat dengan internet.
·
Masyarakat
bisa memberikan perlindungan kepada anak dengan ikut mengawasi dan memberikan
arahan. Jangan sampai ada anak yang berjam-jam hingga larut berada di warnet.
Bila ada anak atau remaja yang kedapatan mencuri misalnya, masyarakat jangan
main hakim sendiri. Panggil orangtua dan lakukan pengawasan bersama.
·
Pemilik
warnet jangan hanya mencari untung, namun tetap memperhatikan dan memberikan
perlindungan pada anak. Kalau perlu asosiasi pengusaha warnet buat aturan
sedemikian rupa sehingga bisa membatasi dampak negatif dari
usahanya. Jangan biarkan anak berjam-jam di warnet hingga kecanduan.
·
Pemerintah,
izin warnet yang diberikan harus disertai dengan pengawasan dan aturan yang
diperlukan. Ada edaran untuk membatasi anak-anak bermain di warnet. Bila perlu,
saat malam, anak dilarang masuk ke warnet sama sekali. Banyak yang mengusulkan
sudah perlunya perda pengaturan warnet. Terlepas dalam bentuk apa, yang penting
adalah bagaimana mengatasi kecanduan anak bermain di warnet dan
meminimalisir dampak negatif yang ditimbulkannya.
BAB
III
PENUTUP
PENUTUP
4.1.Kesimpulan
·
Dampak
negative penggunaan warnet bagi anak dan remaja antara lain yaitu lupa waktu,
tidak mengerjakan tugas (PR), Bahkan beberapa yang kecanduan, ada yang sampai
larut malam, malas pulang.
·
Selain
berpengaruh pada prestasi dan kelanjutan pendidikan anak, dampak lain dari
kecanduan internet yaitu munculnya kejahatan atau aksi kriminal seperti
pencurian yang dilakukan oleh anak dan remaja, karena terdesak kebutuhan uang
untuk terus bermain di warnet.
·
Tidak
saja pencurian, kasus pencabulan dengan korban dan pelaku anak juga meningkat
seiring dengan kemudahan mengakses internet. Ini disebabkan situs-situs porno
yang masih bisa diakses tanpa belum ada pemblokiran.
·
Dampak
positif dari perkembangan teknologi yaitu Perbedaan kepribadian pria dan wanita, meningkatkan rasa percaya diri
dan Tekanan, kompetisi yang tajam di berbagai aspek kehidupan sebagai
konsekuensi globalisasi, akan melahirkan generasi yang disiplin, tekun dan
pekerja keras.
·
Pengaruh
negatip perkembangan teknologi terjadi pada aspek budaya, seperti: Kemerosotan moral di kalangan warga
masyarakat, khususnya di kalangan remaja dan pelajar, dan pola interaksi
manusia yang berubah.
·
Solusi
penggunaan warnet yang cocok untuk anak dan remaja yaitu bilik warnet harus terbuka,
memblokir seluruh situs maupun konten internet yang mengandung pornografi,
membina dan mengarahkan pengunjung yang masih anak-anak untuk menggunakan
internet sesuai dengan koridor pendidikan.
·
Selain
itu, solusi untuk meminimalisir dampak internet yaitu dengan ikut serta
orangtua, pendidik, aktivis anak, masyarakat, pengusaha warnet dan pemerintah,
dalam mencegah hal-hal yang tidak di inginkan.
3.2.
Saran
Untuk meminimalisir dampak-dampak
negative penggunaan internet dan warnet pemerintah harus mengeluarkan dan
menetapkan peraturan atau undang-undang tentang pengelolaan warnet. Pemerintah harus
memberikan sanksi yang tegas bagi pengelola dan pemilik warnet yang mendesain
bilik yang tertutup dan membiarkan situs-situs porno agar pemilik warnet
berpikir dua kali untuk melakukan hal tersebut.
DAFTAR PUSTAKA
http://teknologi.kompasiana.com/internet/2010/12/01/inilah-10-kriteria-warnet-sehat-aman-dan-nyaman/


Tidak ada komentar:
Posting Komentar