Rabu, 30 November 2011

warnet tertutup bahaya


BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
            Di dalam suatu masyarakat selalu masalah yang disebut masalah sosial, masyarakatlah yang menentukan sesuatu itu dapat disebut masalah sosial atau bukan. Masalah sosial adalah suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat, yang membahayakan kehidupan kelompok sosial. Jika terjadi bentrokan antara unsur-unsur yang ada dapat menimbulkan gangguan hubungan sosial seperti kegoyahan dalam kehidupan kelompok atau masyarakat.
            Hal yang paling mendominasi adanya masalah sosial adalah faktor ekonomi, karena faktor inilah yang terlihat sangat mencolok denngan adaya banyak perbedaan yang ada dalam tingkat perekoomian masyarakat.
            Masalah sosial yang lain yang sering timbul dikarenakan oleh adanya kemajuan teknologi atau globalisasi, Seperti warung internet (warnet) dan game playstation yang menjamur di sudut kota,  ada di setiap komplek ruko, hingga masuk ke kawasan perumahan. Internet semakin mudah diakses dan semakin murah. Pilihan konten internet juga semakin bervariasi. Saat ini hampir di setiap warnet juga menyediakan game online. Jika dulu room- room di warnet kebanyakan diisi oleh pengguna dewasa, saat ini anak dan remaja, banyak yang menyerbu masuk warnet.  Selain itu, pihak warnet juga membebaskan setiap pengunjung untuk mengakses websaid tanpa syarat-ayarat tertentu seperti memblokir web untuk situs-situs porno, dan lain-lain, sehingga anak dan remaja yang masuk kedalam room-room warnet pun bisa melakukan apapun didalam room warnet tersebut.
            Perkembangan dunia iptek yang demikian pesatnya telah membawa manfaat luar biasa bagi kemajuan peradaban umat manusia. Perkembangan dunia teknologi dan ilmu pengetahuan alam tidak hanya menimbulkan keuntungan-keuntungan saja, namun ada juga dampak negatif yang harus diperhatikan. Semua perubahan yang ada, termasuk masalah sosial, harus diperhatikan dengan benar agar pemecahan masalahnya pun juga dapat maksimal.

1.2.Rumusan Masalah
1.      Apa sajakah isu-isu sosial yang ditimbulkan akibat kemajuan teknologi?
2.      Apakah dampak negative penggunaan warnet bagi anak dan remaja ?
3.      Bagaimana dampak positif dan dampak negative dari perkembangan teknologi di bidang sosial dan budaya ?
4.      Bagaiman solusi penggunaan warnet yang cocok untuk anak dan remaja ?

1.3.Tujuan Penulisan
1.      Mengetahui isu-isu sosial yang ditimbulkan akibat kemajuan teknologi
2.      Mengetahui dampak negative penggunaan warnet bagi anak dan remaja
3.      Mengetahui dampak positif dan dampak negative dari perkembangan teknologi di bidang sosial dan budaya ?
4.      Mengetahui solusi penggunaan warnet yang cocok untuk anak dan remaja



BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Isu Sosial Akibat Kemajuan dan Penggunaan Teknologi
Perkembangan dunia iptek yang demikian pesatnya telah membawa manfaat luar biasa bagi kemajuan peradaban umat manusia. Jenis-jenis pekerjaan yang sebelumnya menuntut kemampuan fisik cukup besar, kini relatif sudah bisa digantikan oleh perangkat mesin-mesin otomatis. Sistem kerja robotis telah mengalihfungsikan tenaga otot manusia dengan pembesaran dan percepatan yang menakjubkan.
Begitupun dengan telah ditemukannya formulasi-formulasi baru aneka kapasitas komputer, seolah sudah mampu menggeser posisi kemampuan otak manusia dalam berbagai bidang ilmu dan aktivitas manusia. Ringkas kata, kemajuan iptek yang telah kita capai sekarang benar-benar telah diakui dan dirasakan memberikan banyak kemudahan dan kenyamanan bagi kehidupan umat manusia.
Bagi masyarakat sekarang, iptek sudah merupakan suatu religion. Pengembangan iptek dianggap sebagai solusi dari permasalahan yang ada. Sementara orang bahkan memuja iptek sebagai liberator yang akan membebaskan mereka dari kungkungan kefanaan dunia. Iptek diyakini akan memberi umat manusia kesehatan, kebahagiaan dan imortalitas. Sumbangan iptek terhadap peradaban dan kesejahteraan manusia tidaklah dapat dipungkiri. Namun manusia tidak bisa pula menipu diri akan kenyataan bahwa iptek mendatangkan malapetaka dan kesengsaraan bagi manusia. Dalam peradaban modern yang muda, terlalu sering manusia terhenyak oleh disilusi dari dampak negatif iptek terhadap kehidupan umat manusia. Kalaupun iptek mampu mengungkap semua tabir rahasia alam dan kehidupan, tidak berarti iptek sinonim dengan kebenaran. Sebab iptek hanya mampu menampilkan kenyataan. Kebenaran yang manusiawi haruslah lebih dari sekedar kenyataan obyektif. Kebenaran harus mencakup pula unsur keadilan.
2.2. Dampak Negative Penggunaan Warnet Bagi Anak dan Remaja

            Banyak anak dan remaja menghabiskan waktu dan uang di warnet hingga berjam-jam lamanya.  Mereka tidak betah tinggal lagi di rumah. Lupa membuat tugas sekolah (PR, red). Bahkan beberapa yang kecanduan, ada yang sampai larut malam, malas pulang. Ada yang sampai berhenti sekolah. Bagi anak yang masih penurut dan patuh kepada orangtua, mereka masih bisa diarahkan. Tahu diri dengan kewajiban sebagai anak yang harus menghormati orangtua. Celakanya, ada anak dan remaja yang sudah berani melawan sama orangtua. Kecanduan terhadap permainannya  membuat lupa diri. Keadaan ini diperparah kalau orangtua kurang peduli atau tidak bisa mendidik anaknya.
            Selain berpengaruh pada prestasi dan kelanjutan pendidikan anak, dampak lain dari kecanduan game online tersebut adalah munculnya kejahatan atau aksi kriminal yang dilakukan oleh anak dan remaja. Pertama karena terdesak kebutuhan uang untuk terus bermain di warnet. Kedua, permainannya yang penuh aksi dan tantangan yang secara tidak sengaja mengajarkan anak pandai menirunya.
            Saat orangtua tidak mau memberi uang maka di saat tersebut timbul niat jahat untuk mencuri. Biasanya dilakukan tidak sendiri, tetapi mengajak anak lain yang juga tidak punya uang. Mereka membentuk kelompok atau komunitas sendiri. Sasarannya bermacam-macam, ada yang mencuri sepeda motor, helm, tabung gas, kios pulsa, sampai kepada ikan lele milik pedagang di pasar. Yang penting apa yang bisa dijadikan uang agar bisa ke warnet lagi. Beberapa kasus pencurian yang dilakukan anak di Kepri  dilatarbelakangi oleh kedua hal tersebut.
            Tidak saja pencurian, kasus pencabulan dengan korban dan pelaku anak juga meningkat seiring dengan kemudahan mengakses internet. Ini disebabkan situs-situs porno yang masih bisa diakses tanpa belum ada pemblokiran. Remaja mudah tergoda dan mempraktekkannya. Salah satu kasus misalnya, operator warnet yang masih remaja beberapa kali mencabuli pacarnya yang masih pelajar di salah satu bilik warnetnya beberapa waktu lalu di Batam.
            Di Medan, khususnya di daerah pancing banyak warnet-warnet yang biliknya tertutup dan tinggi biliknya diatas kepala orang dewasa sehingga jika ada yang melintas di depan bilik warnet tersebut tidak kelihatan apa yang dilakukan didalam bilik tersebut. Selain itu, bilik warnet yang ada dipancing juga banyak yang di lengkapi dengan pintu yang tertutup juga, sehingga jadi lebih mendukung orang atau remaja untuk melakukan hal-hal yang tidak di inginkan didalam bilik warnet tersebut. Tidak jarang anak-anak usia sekolahan baik SMP maupun SMA yang masuk kedalam bilik warnet yang tertutup tersebut secara berpasang-pasangan. Hal inilah yang tidak kita inginkan.
            Disini terjadi penyimpangan penggunaan warnet itu sendiri, dimana warnet seharusnya digunakan untuk mencari informasi, sebagai sarana komunikasi dan rekreasi didunia maya, tapi bukan tempat untuk  pacaran dan bahkan tempat untuk melakukan hal-hal yang dilarang oleh agama maupun Negara seperti tindakan asusila.





internet_cafe_japan_07.jpg


Warnet Jepang 4.jpg

 

                                                                                   





                                               



Gambar : bilik warnet yang tertutup
 
 


            Harus diakui bahwa warnet di sisi lain juga banyak memberikan hal-hal positif bagi anak dan remaja. Dari internet mereka bisa mendapatkan informasi yang dibutuhkan anak sesuai dengan bakat, minat dan potensinya. Mereka bisa berekreasi di dunia maya dan bisa berkreasi dengan kemajuan yang sudah ada. Tidak bisa kita pungkiri bahwa beberapa remaja dan pemuda Indonesia bisa berprestasi dan mengharumkan Indonesia di kancah dunia dari daya kreasi mereka terhadap IT.
            Internet dan IT merupakan kemajuan zaman yang tidak bisa kita hentikan atau kita musuhi. Tidak mungkin bagi orangtua saat ini melarang sama sekali anak-anaknya untuk bermain internet dan game online. Bila dilarang maka selain membuat anak menjadi gaptek, juga ada beberapa hak anak yang kita langgar seperti hak bermain, hak mendapatkan informasi, hak rekreasi, hak berkreasi dan lain sebagainya yang sudah dijamin UU Perlindungan Anak.  Kecuali bila ada bentuk permainan alternatif lain yang digemari anak sehingga hak mereka tidak hilang.
2.3. Dampak Positif dan Dampak Negative dari Perkembangan Teknologi di Bidang Sosial dan Budaya
            Dampak positif dari perkembangan teknologi yaitu
a.       Perbedaan kepribadian pria dan wanita. Banyak pakar yang berpendapat bahwa kini semakin besar porsi wanita yang memegang posisi sebagai pemimpin, baik dalam dunia pemerintahan maupun dalam dunia bisnis. Bahkan perubahan perilaku ke arah perilaku yang sebelumnya merupakan pekerjaan pria semakin menonjol. Data yang tertulis dalam buku Megatrend for Women: From Liberation to Leadership yang ditulis oleh Patricia Aburdene & John Naisbitt (1993) menunjukkan bahwa peran wanita dalam kepemimpinan semakin membesar. Semakin banyak wanita yang memasuki bidang politik, sebagai anggota parlemen, senator, gubernur, menteri, dan berbagai jabatan penting lainnya.
b.      Meningkatnya rasa percaya diri. Kemajuan ekonomi di negara-negara Asia melahirkan fenomena yang menarik. Perkembangan dan kemajuan ekonomi telah meningkatkan rasa percaya diri dan ketahanan diri sebagai suatu bangsa akan semakin kokoh. Bangsa-bangsa Barat tidak lagi dapat melecehkan bangsa-bangsa Asia.
c.       Tekanan, kompetisi yang tajam di berbagai aspek kehidupan sebagai konsekuensi globalisasi, akan melahirkan generasi yang disiplin, tekun dan pekerja keras.

            Meskipun kemajuan teknologi memiliki nilai positif tapi akan berpengaruh negatip pada aspek budaya, seperti:
a.       Kemerosotan moral di kalangan warga masyarakat, khususnya di kalangan remaja dan pelajar. Kemajuan kehidupan ekonomi yang terlalu menekankan pada upaya pemenuhan berbagai keinginan material, telah menyebabkan sebagian warga masyarakat menjadi “kaya dalam materi tetapi miskin dalam rohani”. Kenakalan dan tindakan yang menyimpang di kalangan remaja semakin meningkat semakin lemahnya kewibawaan tradisi-tradisi yang ada di masyarakat, seperti gotong royong dan tolong-menolong telah melemahkan kekuatan-kekuatan sentripetal yang berperan penting dalam menciptakan kesatuan sosial. Akibat lanjut bisa dilihat bersama, kenakalan dan tindak menyimpang di kalangan remaja dan pelajar semakin meningkat dalam berbagai bentuknya, seperti perkelahian, corat-coret, pelanggaran lalu lintas sampai tindak kejahatan.
b.      Pola interaksi antar manusia yang berubah. Kehadiran komputer pada kebanyakan rumah tangga golongan menengah ke atas telah merubah pola interaksi keluarga. Komputer yang disambungkan dengan telpon telah membuka peluang bagi siapa saja untuk berhubungan dengan dunia luar.Program internet relay chatting (IRC), internet, dan e-mail telah membuat orang asyik dengan kehidupannya sendiri. Selain itu tersedianya berbagai warung internet (warnet) telah memberi peluang kepada banyak orang yang tidak memiliki komputer dan saluran internet sendiri untuk berkomunikasi dengan orang lain melalui internet. Kini semakin banyak orang yang menghabiskan waktunya sendirian dengan komputer. Melalui program internet relay chatting (IRC) anak-anak bisa asyik mengobrol dengan teman dan orang asing kapan saja.

2.4. Solusi Penggunaan Warnet yang Cocok Untuk Anak dan Remaja
            Seiring dengan merebaknya situs pornografi dan ketertarikan sebagian pengguna internet  khususnya kalangan remaja- dalam mengakses situs tersebut di warnet-warnet, di tambah banyaknya kejadian 'mesum' atau semi mesum yang terjadi di sebuah bilik warnet, maka beberapa pemerintah daerah mulai mengambil langkah antisipasi. 
            Salah satu yang mulai mencanangkan langkah antisipatif tersebut adalah bupati Jepara Hendro Martojo dengan kebijakan Warnet Sehatnya. Maka dikeluarkanlah Surat edaran Bupati tertanggal 08 Juli 2010 yang ditujukan kepada seluruh pengelola warnet di daerah tersebut. Secara ringkasnya, surat edaran tersebut memuat beberapa 'harapan' atau semacam tekanan terhadap para pengelola warnet agar :
·         Pertama, berpartisipasi memerangi pornografi melalui jasa yang mereka kelola yakni menindak segala bentuk pornografi yang dilakukan pengguna warnet.
·         Kedua, mendesain bilik warnet agar lebih terbuka. Karena, bilik tertutup bahkan menyerupai kamar dikhawatirkan mendorong membuka konten tak sehat dan tindakan asusila; misalnya mengakses film, situs porno maupun melakukan tindakan asusila dengan lawan jenis.
·         Ketiga, memblokir seluruh situs maupun konten internet yang mengandung pornografi.
·         Keempat, membina dan mengarahkan pengunjung yang masih anak-anak untuk menggunakan internet sesuai dengan koridor pendidikan.

            Sungguh empat poin di atas sebenarnya sudah lebih dari cukup seandainya dijalankan dengan sungguh-sungguh oleh para pengelola warnet yang ada. Sayangnya memang, dari pihak pengelola warnet seringkali terlihat 'menikmati' banyaknya pelanggan yang asyik dengan situs pornografi. Beberapa bahkan memfasilitasi dengan membuat bilik yang rapat, atau bahkan menyediakan film-film tertentu dalam hard disknya. Ini bukan cerita rekaan tetapi kejadian nyata yang sudah berulang kali tertangkap berita.


syariahinternetcafegv9.jpg            Peluang-Bisnis-Warnet.jpg                                                                       









Gambar : bilik warnet sehat
 
 


            Selain itu, solusi untuk meminimalisir dampak internet yaitu dengan ikut serta orangtua, pendidik, aktivis anak, masyarakat, pengusaha warnet dan pemerintah, seperti :
·         Orangtua, harus mengawasi, membatasi, mengarahkan sehingga anak mempunyai pemahaman apa yang boleh diakses dan apa yang tidak boleh diakses anak di bilik-bilik warnet. Bila perlu sekali-kali temani anak bermain atau pantau anak bermain. Dimana biasa bermain, sama siapa, dan titip pengawasan anak sama operator warnet. Boleh anak main game online asal jangan sampai kecanduan karena akan merusak, melupakan kewajiban anak yang lain. Batasi waktu  yang diberikan kepada anak.  
·         Bagi guru, memberikan pendidikan dan arahan  tentang bagaimana mengakses internet yang sehat. Selain guru di sekolah, internet juga merupakan sumber referensi berbagai ilmu pengetahuan. Bermain game hanya sekadar menghibur disela tugas sebagai pelajar. Orientasi anak tetap giat belajar menuntut ilmu. Bila saat ini banyak tugas kepada siswa yang mengharuskan anak masuk warnet, maka berikan tugas yang benar-benar memuaskan rasa ingin tahunya terhadap ilmu pengetahuan. Tidak bisa kita nafikkan, bahwa mencari informasi apa saja sangat gampang dan cepat dengan internet.
·         Masyarakat bisa memberikan perlindungan kepada anak dengan ikut mengawasi dan memberikan arahan. Jangan sampai ada anak yang berjam-jam hingga larut berada di warnet. Bila ada anak atau remaja yang kedapatan mencuri misalnya, masyarakat jangan main hakim sendiri. Panggil orangtua dan lakukan pengawasan bersama.  
·         Pemilik warnet jangan hanya mencari untung, namun tetap memperhatikan dan memberikan perlindungan pada anak. Kalau perlu asosiasi pengusaha warnet buat aturan sedemikian rupa sehingga bisa membatasi  dampak negatif dari usahanya.  Jangan biarkan anak berjam-jam di warnet hingga kecanduan.
·         Pemerintah, izin warnet yang diberikan harus disertai dengan pengawasan dan aturan yang diperlukan. Ada edaran untuk membatasi anak-anak bermain di warnet. Bila perlu, saat malam, anak dilarang masuk ke warnet sama sekali. Banyak yang mengusulkan sudah perlunya perda pengaturan warnet. Terlepas dalam bentuk apa, yang penting adalah bagaimana  mengatasi kecanduan anak bermain di warnet dan meminimalisir dampak negatif yang ditimbulkannya.


BAB III
PENUTUP
4.1.Kesimpulan
·         Dampak negative penggunaan warnet bagi anak dan remaja antara lain yaitu lupa waktu, tidak mengerjakan tugas (PR), Bahkan beberapa yang kecanduan, ada yang sampai larut malam, malas pulang.
·         Selain berpengaruh pada prestasi dan kelanjutan pendidikan anak, dampak lain dari kecanduan internet yaitu munculnya kejahatan atau aksi kriminal seperti pencurian yang dilakukan oleh anak dan remaja, karena terdesak kebutuhan uang untuk terus bermain di warnet.
·         Tidak saja pencurian, kasus pencabulan dengan korban dan pelaku anak juga meningkat seiring dengan kemudahan mengakses internet. Ini disebabkan situs-situs porno yang masih bisa diakses tanpa belum ada pemblokiran.
·         Dampak positif dari perkembangan teknologi yaitu Perbedaan kepribadian pria dan wanita, meningkatkan rasa percaya diri dan Tekanan, kompetisi yang tajam di berbagai aspek kehidupan sebagai konsekuensi globalisasi, akan melahirkan generasi yang disiplin, tekun dan pekerja keras.
·         Pengaruh negatip perkembangan teknologi terjadi pada aspek budaya, seperti: Kemerosotan moral di kalangan warga masyarakat, khususnya di kalangan remaja dan pelajar, dan pola interaksi manusia yang berubah.
·         Solusi penggunaan warnet yang cocok untuk anak dan remaja yaitu bilik warnet harus terbuka, memblokir seluruh situs maupun konten internet yang mengandung pornografi, membina dan mengarahkan pengunjung yang masih anak-anak untuk menggunakan internet sesuai dengan koridor pendidikan.
·         Selain itu, solusi untuk meminimalisir dampak internet yaitu dengan ikut serta orangtua, pendidik, aktivis anak, masyarakat, pengusaha warnet dan pemerintah, dalam mencegah hal-hal yang tidak di inginkan.
3.2. Saran
            Untuk meminimalisir dampak-dampak negative penggunaan internet dan warnet pemerintah harus mengeluarkan dan menetapkan peraturan atau undang-undang tentang pengelolaan warnet. Pemerintah harus memberikan sanksi yang tegas bagi pengelola dan pemilik warnet yang mendesain bilik yang tertutup dan membiarkan situs-situs porno agar pemilik warnet berpikir dua kali untuk melakukan hal tersebut.
DAFTAR PUSTAKA



Tidak ada komentar:

Posting Komentar