Sabtu, 12 November 2011

ppd


Tugas PPD

Michael Oher
                                                                                                                                             


D
I
S
U
S
U
N
Oleh:
NOVITA PURNAMA SARI SIMARMATA
409431025
JURUSAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2011
Michael Oher 
Michael Oher Jerome lahir dengan namaMichael Jerome Williams, Jr pada tanggal 28 Mei 1986. Tidak banyak diketahui anak usia dini Michael karena dia memilih untuk tidak membicarakannya. Hal ini diketahui bahwa ia, dan 12 saudara lainnya, dibesarkan oleh ibunya yang berjuang karena kecanduan narkoba. Ayahnya dibunuh ketika ia masih muda sehinggaMichael memiliki memori sedikit tentang dia. Tumbuh di Memphis Utara, Oher adalah salah satu dari 13 anak-anak. Dengan ayahnya dibunuh dan ibunya menghadapi kecanduan obat, dia dipaksa untuk mengurus dirinya sendiri pada usia 7. Kisah hidupnya benar-benar dimulai dengan ingatan Michael awal. Karena ada sangat sedikit orang mengingat apa yang hidupnya seperti ketika ia masih kecil, memori Michael adalah catatan saja. Dia bahkan tidak tahu nama aslinya. Dia ingat tidur di teras dan meminta tetangga untuk makanan untuk makan saat ia masih sangat muda
Michael Oher selalu menggunakan pada insting misalnya  menggunakan teras depan tetangga sebagai kasur dan mengemis untuk makan selalu kabur dari rumah asuh. Melakukan apa pun yang dibutuhkan untuk matahari terbit berikut. Dia memiliki pendidikan yang keras sangat kasar tanpa pengawasan orangtua. Dia tidak punya satu. Dia bahkan tidak memiliki tukang sampah untuk membantu dia keluar dia tidak ada. Dengan harapan dia bisa berkontribusi untuk tim basket, ayah seorang teman membawanya ke Briarcrest Sekolah Tinggi Kristen. Perjalanan yang tidak diinginkan akan terbukti menjadi titik balik dalam kehidupan Oher itu awalnya bahwa ia telah kekurangan akademis (memiliki IPK 0,4 saat ia datang ke Briarcrest) . Ia telah terdaftar dalam program lain.
Seorang anak yang mempunyai perkembangan fisik yang sangat pesat. Hal ini dapat dilihat dari bentuk tubuhnya  yang meliki tinggi yang berat badan yang  sekali jika dibanding besar jika dibandingkan dengan anak yang seusianya juga karna perbedaan ras (kulit hitam dan kulit putih). Karena bobot fisiknya yang berlebihan membuat dia memperoleh julukan/ nickname Big Mike semua orang yang mengenal dia akan memanggil dia dia dengan Sebutan Big Mike sehingga dia merasa tidak percaya diri lagi, di merasa tidak diterima oleh orang-orang disekitarnya. Hal ini tentunya sangat berpengaruh terhadap perkembangan intelektual, emosi dan moralnya.
Ibu asuh mengatakan bahwa Michael hanya perlu untuk dicintai. Aku memeluknya selama setahun sebelum dia bahkan memelukku kembali. Saya berpikir bahwa itu adalah pertama kali dalam hidupnya bahwa seseorang telah membuktikan bahwa ia tahu dalam bukunya mendengar bahwa mereka telah mencintainya untuknya. Menuju bahwa akhir semester pertama, Oher itu diambil dari masa percobaan dan diperbolehkan untuk berpartisipasi dalam atletik. Akhirnya, ia menemukan dirinya di lapangan sepak bola. Ukuran besar dan atletis Oher sensasionalnya membuatnya sempurna untuk posisi gelandang. Hampir seketika, kombinasi langka tentang ukuran dan kecepatan mendarat Oher sebagai prospek nomor satu gelandang ofensif di negaranya dan semua orang menginginkan jasanya dan dia menjadi bintang besar. Inilah kisah hidup seorang bintang sebesar Michael Oher.
Dari film yang telah saya  tonton maka saya akan membahas tiga perkembangan Michael Oher, yaitu
a.       perkembangan intelektual (kecerdasan intelektual / IQ),
b.      perkembangan emosinal( kecerdasan emosional/ EQ), dan
c.       perkembangan sosial.

a. Perkembangan Intelektual
Menurut saya tahapan perkembangan Michael masih dalam tahapan operasional formal karena meskipun usianya hampi 18 tahun tetapi dia belum mampu untuk memahami hal yang bersifat abstrak. Hal ini terlihat pada saat dia latihan olahraga dia sulit untuk memahami keterangan sang pelatihnya. Akan tetapi setelah diajarkan oleh orang tua angkatnya ketika Anne/ orang tua angkat Michael mengibaratkan bahwa kelompok/ timnya adaalah keluarga yang harus dilindungi maka Michael dapat menangkap apa yang harus dia lakuka dalam melakukan hal yang harus dia lakukan.
Menurut Piaget pada  tahap operasional formal (dari usia 11 sampai 15 tahun). Pada tahap ini, individu melampaui dunia nyata, pengalaman-pengalaman konkrit dan berpikir secara abstrak dan lebih logis. Sebagai pemikiran yang abstrak, remaja mengembangkan gambaran keadaan yang ideal. Mereka dapat berpikir seperti apakah orangtua yang ideal dan membandingkan orangtua mereka dengan standar ideal yang mereka miliki. Mereka mulai mempersiapkan kemungkinan-kemungkinan bagi masa depan dan terkagum-kagum terhadap apa yang mereka lakukan.
Ahli yang kedua yaitu Vygotsky yang mendasarkan pada tiga ide utama: bahwa intelektual berkembang pada saat individu menghadapi ide-ide baru dan sulit mengaitkan ide-ide tersebut dengan apa yang mereka telah ketahui; bahwa interaksi dengan orang lain memperkaya perkembangan intelektual; peran utama guru adalah bertindak sebagai seorang pembantu dan mediator pembelajaran siswa. Teori perkembangan ini menekankan pada pentingnya konteks social dan interaksi dengan orang lain dalam proses belajar. Ada dua teori belajar yang dikemukakan oleh vygotsky yaitu tentang “zone of proximal development (ZPD)”, dan peranan konteks social dan kebudayaan dalam belajar.
ZPD berhubungan dengan potensi anak untuk memahami sesuatu. Untuk mencapai pemahaman anak dapat belajar sendiri atau melalui bantuan dari lingkungan social atau orang lain. Tetapi anak akan dapat mencapai tingkat pemahaman atau perkembangan yang potensial jika dibimbing atau diberi bantuan yang tepat dan bermakna dari orang lain ( orang dewasa dan teman – temannya ), dibandingkan dengan belajar sendiri. Bantuan yang diberikan kepada anak dalam proses belajar itu dapat dilakukan dengan berbagai cara, misalanya penjelasan dari guru, diskusi dengan orang tua, penjelasan dari teman – teman. Bantuan - bantuan itu berfungsi untuk menopang dan memperluas pemahaman anak dalam area ZPD. Ibarat orang membangun rumah, setelah pondasi dibuat, untuk membangun tembok dan atap diperlukan penyangga sehingga bangunan itu dapat dibangun dari bawah ke atas hingga tembok dan atap dapat terpasang semua. Setelah tembok selesai dibangun, atap selesai dipasang dan bangunan sudah kuata dan aman maka penyangga mulai dilepaskan sehingga rumah dapat berdiri kokoh dan berfungsi dengan baik tanpa bantuan penyangga. Dengan demikan dalam proses belajar, untuk mencapai pemahaman pada mulanya anak diberikan bantuan atau bimbingan untuk mencapai perkembangan yang optimal, setelah itu secara bertahap bantuan itu dikurngi sampai akhirnya tidak diberikan sama sekali, sehingga anak dapat memahami apa yang mereka pelajari.

b. Perkembagan emosi
Emosi merupakan gejala psikis yang bersifat subjetif yang umumnya berhubungan dengan gejala-gejala mengenai dan dialami dalam kualitas senang atau tidak senang dalam berbagai taraf. “Perkembangan emosi menempuh beberapa tahap beriring dengan pertumbuhan dan perkembangan anak”.(Martoenoes, 1998: 55)
Oher dilihat dari perkembangan emosionalnya akan berkembang ke peringkat yang seterusnya yaitu apabila seseorang mampu mengaitkan emosi dengan pemikiran. Pengalaman dari apa yang dilihat, didengar dan dialami ditunjukkan secara langsung sebagai reaksi emosi. Reaksi-reaksi tersebut akan disimpan dalam memori yang akan digunakan dalam proses pemikiran kelak di dalam memahami emosi kemampuannya untuk menerima kekecewaan, penolakan serta menjadi seorang yang fleksibel dalam mengawal emosi dan seterusnya dorongan. Film tersebut dapat dilihat bahwa Oher
Dari film tersebut dapat kita lihat karakteristik  emosi, antara lain sebagai berikut:
a.       Berlangsung singkat dan berakhir tiba-tiba: hal ini terlihat ketika dia dipengaruhi oleh seseorang dari bagian pemerintahan yang ingin mengintrogasi dia.
b.      Terlihat lebih hebat atau kuat
c.       sementara atau dangkal.
d.      Hal ini dilihat ketika dia diinterogasi departemen kependudukan maka ia lari dari keluarga angkatnya. Tetapi setelah dia  sadar maka ia kembali kepada Keluarganya karena dia merasa mempunyai tempat yang nyaman dengan keluarga angkatnya.
e.       Lebih sering terjadi
Seperti yang dikatakan ibu kandungnya dalam film itu bahwa Michael sering melarikan diri dari keluarga yang mengangkatnya. Tetapi setelah di keluarga Mr. Tuhoy
f.       Dapat diketahui dengan jelas dari tingkah lakunya.
g.      Reaksi mencerminkan individualitas
Ada dua kondisi yang mempengaruhi perkembangan emosi, berikut uraiannya dari buku Perkembangan Anak karya Elizabeth Hurlock
1.      Peran Pematangan
Perkembangan kelenjar endokrin penting untuk mematangkan perilaku emosional. Bayi secara relatif kekurangan produksi endokrin yang diperlukan untuk menopang reaksi fisiologis terhadap stres. Kelenjar adrenalin memainkan peran utama dalam emosi yang mengecil secara tajam ketika bayi baru lahir. Tidak lama kemudian kelenjar itu mulai membesar lagi, dan membesar dengan pesat saat anak berusia 5 tahun. Pembesarannya melambat pada usia 5 sampai 11 tahun, dan membesar lebih pesat lagi sampai anak berusia 16 tahun. Pada usia 16 tahun kelenjar tersebut kembali keukuran semula seperti pada saat anak lahir. Hanya sedikit adrenalin yang diproduksi dan dikeluarkan sampai saat kelenjar itu membesar. Pengaruhnya penting terhadap keadaan emosional pada masa kanak-kanak.
2.      Peran Belajar
Lima jenis kegiatan belajar turut menunjang pola perkembangan emosi pada masa kanak-kanak. Terlepas dari metode yang digunakan, dari segi perkembangan anak harus siap untuk belajar sebelum tiba saatnya masa belajar. Sebagai contoh, bayi yang baru  lahir tidak mampu mengekspresikan kemarahan kecuali dengan menangis. Dengan adanya pematangan system saraf dan otot, anak-anak mengembangkan potensi untuk berbagai macam reaksi. Pengalaman belajar mereka akan menentukan reaksi potensial mana yang akan mereka gunakan untuk menyatakan kemarahan.
            Dari hal tersebut dapat kita lihat bahwa Oher kecerdasan emosi bermula sejak kecil dan dengan itu, ibu bapa memiliki peranan terpenting dalam membina kecerdasan emosi anak-anak. Tetapi Michael tidak memperoleh itu karena keadaan keluarganya yang tidak utuh. Maka perkembangan emosi Michael sangat
c.             Perkembangan Sosial
Emosi dan moral sangat erat kaitannya, sehingga perkembangan moral dan perkembangan social sangat berpengaruh. Maka dari film tersebut dapat kita lihat bahwa:
a.       Perkembangan social Michael Oher berkembangnya tingkat hubungan antarmanusia sehubungan dengan meningkatnya kenutuhan hidup manusia.
b.      Perhatian Michael mulai tertuju pada pergaulan di dalam masyarakat dan dia  membutuhkan pemahaman tentang norma kehidupan yang kompleks. Michael  tidak pernah bergaul dengan sebayanya karena dia tidak pernah diterima lingkungannya.
c.       Perkembangan Michael dipengaruhi oleh beberapa factor, yaitu : kondisi keluarganya, kematangannya, status sosial ekonomi keluarga, pendidikan, dan kapasitas mental terutama intelek dan emosi (naluri protective).
d.      Hubungan sosial remaja Michael berkaitan dengan proses penyesuaian dirinya dan berpengaruh terhadap tingkah laku, seperti kebiasaannya yang mengisolasi diri.

  Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Sosial

Perkembangan sosial manusia dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu: keluarga, kematangan anak, status ekonomi keluarga, tingkat pendidikan, dan kemampuan mental terutama emosi dan inteligensi.
1.       Keluarga
Keluarga merupakan lingkungan pertama yang memberikan pengaruh terhadap berbagai aspek perkembangan anak, termasuk perkembangan sosialnya. Kondisi dan tata cara kehidupan keluarga merupakan lingkungan yang kondusif bagi sosialisasi anak. Di dalam keluarga berlaku norma-norma kehidupan keluarga, dengan demikian maka perkembanga sosial anak ditentukan oleh keluarga. Proses pendidikan yang bertujuan mengembangkan kepribadian anak lebih banyak ditentukan oleh keluarga. Pola pergaulan dan bagaimana norma dalam menempatkan diri terhadap lingkungan yang lebih luas ditetapkan dan diarahkan oleh keluarga.
Michael tidak pernah merasakan kasih sayang dan kehangatan dikeluarganya. Hal ini sangat berpengaruh pada diri si Michael.
2.         Kematangan Anak
Bersosialisasi memerlukan kematangan fisik dan psikis. Untuk mampu mempertimbangan dalam proses sosial, memberi dan menerima pendapat orang lain, memerlukan kematangan intelektual dan emosional. Di samping itu, kemampuan berbahasa ikut pula  menentukan. Dengan demikian, untuk mampu bersosialisasi dengan baik diperlukan kematangan fisik sehingga setiap orang fisiknya telah mampu menjalankan fungsinya dengan baik.
Michael mempunyai fisik yang sangat atletis/ big sehingga orang di sekitarnya merasa aneh/ tidak ada yang mau berteman dengan dia (dia menjadi malu atas kekurangannya sehingga dia cenderung menutup diri) meskipun pada akhirnya itu juga yang membawa dia menjadi seorang bintang.
3.       Status Sosial Ekonomi
Kehidupan sosial banyak dipengaruhi oleh kondisi atau status kehidupan sosial keluarga dalam lingkungan masyarakat. Masyarakat akan memandang anak, bukan sebagai anak yang independen, akan tetapi akan dipandang dalam konteksnya yang utuh dalam keluarga anak itu. “ia anak siapa”. Hal ini dapat berakibat lebih jauh, yaitu anak menjadi “terisolasi” dari kelompoknya. Akibat lain mereka akan membentuk kelompok dengan normanya sendiri.
Status kehidupan sosial keluarga Michael  dalam lingkungan mereka sangat buruk (mamanya pecandu dan papanya tewas dibunuh ketika ia masih kecil) sehingga ia minder diantara teman- teman seusianya.
4.      Pendidikan
Pendidikan merupakan proses sosialisasi anak yang terarah. Hakikat pendidikan sebagai proses pengoperasian ilmu yang normatif, akan memberikan warna kehidupan sosial anak di dalam masyarakat dan kehidupan mereka di masa yang akan datang. Penanaman norma perilaku yang benar secara sengaja diberikan kepada peserta didik yang belajar di kelembagaan   pendidikan(sekolah).
      Michael belum pernah belajar disekolah kerena untuk makan saja kadang makan kadang tidak.
5.      Kapasitas Mental, Emosi, dan Intelegensi
Kemampuan berpikir banyak mempengaruhi banyak hal, seperti kemampuan belajar, memecahkan masalah, dan berbahasa. Anak yang berkemampuan intelektual tinggi akan berkemampuan berbahasa secara baik. Oleh karena itu kemampuan intelektual tinggi, kemampuan berbahasa baik, dan pengendalian emosional secara seimbang sangat menentukan keberhasilan dalam perkembangan    sosial    anak. Sikap saling pengertian dan kemampuan memahami orang lain merupakan modal utama dalam kehidupan sosial dan hal ini akan dengan mudah dicapai oleh remaja yang berkemampuan intelektual tinggi. Michael mempunyai IQ yang rata- rata bawah, tidak pernah bicara dengan orang lain. Sehingga perkembangan sosialnya sangat tidak sesuai dengan perkembangan usianya.






Kesimpulan
Pengembangan potensi peserta didik merupakan proses yang disengaja dan sistematis dalam membiasakan/mengkondisikan peserta didik agar memiliki kecakapan dan keterampilan hidup. Untuk dapat mengembangkan, sebelum ataupun bersamaan dengan usaha kongkrit dilakukan, sangat perlu adanya pengertian dan pemahaman para pendidik/ orang tua terhadap remaja.5 Kecakapan dan keterampilan yang dimaksud berarti luas, baik kecakapan personal (personal skill) yang mencakup; kecakapan mengenali diri sendiri (self awareness) dan kecakapan berpikir rasional (thinking skill), kecakapan sosial (social skill), kecakapan akademik (academic skill), maupun kecakapan vokasional (vocational skill). Kegiatan pendidikan pada tahap melatih lebih mengarah pada konsep pengembangan kemampuan motorik peserta didik. Terkait dengan proses melatih ini, perlu dilakukan pembiasaan dan pengkondisian anak dalam berpikir secara kritis, strategis dan taktis dalam proses pembelajaran
  Saran
Sejalan dengan simpulan di atas, penyusun menyarankan setiap calon pendidik dapat memahami konsep perkembangan sosial peserta didiknya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar