Tugas PPD

D
I
S
U
S
U
N
Oleh:
NOVITA
PURNAMA SARI SIMARMATA
409431025

JURUSAN
KIMIA
FAKULTAS
MATEMATIKA DAN ILMU PENGETHUAN ALAM
UNIVERSITAS
NEGERI MEDAN
2011
Michael Oher
Michael Oher Jerome lahir dengan
namaMichael Jerome Williams, Jr pada tanggal 28
Mei 1986. Tidak banyak diketahui anak usia
dini Michael karena dia memilih untuk tidak membicarakannya. Hal
ini diketahui bahwa ia, dan 12 saudara lainnya, dibesarkan oleh
ibunya yang berjuang karena kecanduan narkoba. Ayahnya dibunuh ketika
ia masih muda sehinggaMichael memiliki memori sedikit tentang
dia. Tumbuh di Memphis Utara, Oher adalah salah satu dari 13
anak-anak. Dengan ayahnya dibunuh dan ibunya menghadapi kecanduan obat,
dia dipaksa untuk mengurus dirinya sendiri pada usia 7. Kisah
hidupnya benar-benar
dimulai dengan ingatan Michael awal. Karena
ada sangat sedikit orang mengingat apa
yang hidupnya seperti ketika ia masih kecil, memori Michael
adalah catatan saja. Dia bahkan tidak tahu nama
aslinya. Dia ingat tidur di teras dan meminta tetangga untuk
makanan untuk makan saat ia masih sangat muda
Michael
Oher selalu menggunakan pada insting misalnya menggunakan teras depan tetangga sebagai kasur
dan mengemis untuk makan selalu kabur dari rumah asuh. Melakukan apa pun yang
dibutuhkan untuk matahari terbit berikut. Dia memiliki pendidikan
yang keras sangat kasar tanpa pengawasan orangtua. Dia tidak punya
satu. Dia bahkan tidak memiliki tukang sampah untuk membantu dia keluar
dia tidak ada. Dengan harapan dia bisa berkontribusi untuk tim basket, ayah
seorang teman membawanya ke Briarcrest Sekolah Tinggi Kristen. Perjalanan
yang tidak diinginkan akan terbukti menjadi titik balik dalam kehidupan Oher
itu
awalnya
bahwa ia telah kekurangan akademis (memiliki IPK 0,4 saat ia
datang ke Briarcrest) . Ia telah terdaftar dalam program lain.
Seorang
anak yang mempunyai perkembangan fisik yang sangat pesat. Hal ini dapat dilihat
dari bentuk tubuhnya yang meliki tinggi
yang berat badan yang sekali jika
dibanding besar jika dibandingkan dengan anak yang seusianya juga karna
perbedaan ras (kulit hitam dan kulit putih). Karena bobot fisiknya yang
berlebihan membuat dia memperoleh julukan/ nickname Big Mike semua orang yang
mengenal dia akan memanggil dia dia dengan Sebutan Big Mike sehingga dia merasa
tidak percaya diri lagi, di merasa tidak diterima oleh orang-orang
disekitarnya. Hal ini tentunya sangat berpengaruh terhadap perkembangan
intelektual, emosi dan moralnya.
Ibu
asuh mengatakan bahwa Michael hanya
perlu untuk dicintai. Aku memeluknya selama setahun sebelum dia bahkan
memelukku kembali. Saya berpikir bahwa itu adalah pertama kali dalam
hidupnya bahwa seseorang telah membuktikan bahwa ia tahu dalam bukunya
mendengar bahwa mereka telah mencintainya untuknya.
Menuju bahwa akhir semester pertama, Oher itu diambil dari masa percobaan dan diperbolehkan
untuk berpartisipasi dalam atletik. Akhirnya, ia menemukan dirinya di
lapangan sepak bola. Ukuran besar dan atletis Oher sensasionalnya
membuatnya sempurna untuk posisi gelandang. Hampir seketika, kombinasi langka
tentang ukuran dan kecepatan mendarat Oher sebagai prospek nomor satu gelandang
ofensif di negaranya dan semua orang menginginkan jasanya
dan dia menjadi bintang besar. Inilah kisah hidup seorang bintang sebesar
Michael Oher.
Dari
film yang telah saya tonton maka saya
akan membahas tiga perkembangan Michael Oher, yaitu
a. perkembangan
intelektual (kecerdasan intelektual / IQ),
b. perkembangan
emosinal( kecerdasan emosional/ EQ), dan
c. perkembangan
sosial.
a.
Perkembangan Intelektual
Menurut
saya tahapan perkembangan Michael masih dalam tahapan
operasional formal karena meskipun usianya hampi 18 tahun tetapi dia belum
mampu untuk memahami hal yang bersifat abstrak. Hal ini terlihat pada saat dia
latihan olahraga dia sulit untuk memahami keterangan
sang pelatihnya. Akan tetapi setelah diajarkan oleh orang tua angkatnya ketika
Anne/ orang tua angkat Michael mengibaratkan bahwa kelompok/ timnya adaalah
keluarga yang harus dilindungi maka Michael dapat menangkap apa yang harus dia
lakuka dalam melakukan hal yang harus dia lakukan.
Menurut
Piaget pada tahap operasional
formal (dari usia 11 sampai 15 tahun). Pada
tahap ini, individu melampaui dunia nyata, pengalaman-pengalaman konkrit dan
berpikir secara abstrak dan lebih logis. Sebagai pemikiran yang abstrak, remaja
mengembangkan gambaran keadaan yang ideal. Mereka dapat berpikir seperti apakah
orangtua yang ideal dan membandingkan orangtua mereka dengan standar ideal yang
mereka miliki. Mereka mulai mempersiapkan kemungkinan-kemungkinan bagi masa
depan dan terkagum-kagum terhadap apa yang mereka lakukan.
Ahli yang kedua yaitu Vygotsky yang
mendasarkan pada tiga ide utama: bahwa intelektual berkembang pada saat
individu menghadapi ide-ide baru dan sulit mengaitkan ide-ide tersebut dengan
apa yang mereka telah ketahui; bahwa interaksi dengan orang lain memperkaya
perkembangan intelektual; peran utama guru adalah bertindak sebagai seorang
pembantu dan mediator pembelajaran siswa. Teori perkembangan ini menekankan
pada pentingnya konteks social dan interaksi dengan orang lain dalam proses
belajar. Ada dua teori belajar yang dikemukakan oleh vygotsky yaitu tentang “zone
of proximal development (ZPD)”, dan peranan konteks social dan kebudayaan
dalam belajar.
ZPD berhubungan dengan potensi anak
untuk memahami sesuatu. Untuk mencapai pemahaman anak dapat belajar sendiri
atau melalui bantuan dari lingkungan social atau orang lain. Tetapi anak akan
dapat mencapai tingkat pemahaman atau perkembangan yang potensial jika
dibimbing atau diberi bantuan yang tepat dan bermakna dari orang lain ( orang
dewasa dan teman – temannya ), dibandingkan dengan belajar sendiri. Bantuan yang
diberikan kepada anak dalam proses belajar itu dapat dilakukan dengan berbagai
cara, misalanya penjelasan dari guru, diskusi dengan orang tua, penjelasan dari
teman – teman. Bantuan - bantuan itu berfungsi untuk menopang dan memperluas
pemahaman anak dalam area ZPD. Ibarat orang membangun rumah, setelah pondasi
dibuat, untuk membangun tembok dan atap diperlukan penyangga sehingga bangunan
itu dapat dibangun dari bawah ke atas hingga tembok dan atap dapat terpasang
semua. Setelah tembok selesai dibangun, atap selesai dipasang dan bangunan
sudah kuata dan aman maka penyangga mulai dilepaskan sehingga rumah dapat
berdiri kokoh dan berfungsi dengan baik tanpa bantuan penyangga. Dengan demikan
dalam proses belajar, untuk mencapai pemahaman pada mulanya anak diberikan
bantuan atau bimbingan untuk mencapai perkembangan yang optimal, setelah itu
secara bertahap bantuan itu dikurngi sampai akhirnya tidak diberikan sama
sekali, sehingga anak dapat memahami apa yang mereka pelajari.
b. Perkembagan emosi
Emosi merupakan gejala psikis yang bersifat subjetif yang
umumnya berhubungan dengan gejala-gejala mengenai dan dialami dalam kualitas
senang atau tidak senang dalam berbagai taraf. “Perkembangan emosi menempuh
beberapa tahap beriring dengan pertumbuhan dan perkembangan anak”.(Martoenoes,
1998: 55)
Oher dilihat dari perkembangan emosionalnya akan
berkembang ke peringkat yang seterusnya yaitu apabila seseorang mampu
mengaitkan emosi dengan pemikiran. Pengalaman dari apa yang dilihat, didengar
dan dialami ditunjukkan secara langsung sebagai reaksi emosi. Reaksi-reaksi
tersebut akan disimpan dalam memori yang akan digunakan dalam proses pemikiran
kelak di dalam memahami emosi kemampuannya untuk menerima kekecewaan, penolakan
serta menjadi seorang yang fleksibel dalam mengawal emosi dan seterusnya
dorongan.
Film tersebut dapat dilihat bahwa Oher
Dari film
tersebut dapat kita lihat karakteristik
emosi, antara lain sebagai berikut:
a. Berlangsung
singkat dan berakhir tiba-tiba: hal ini terlihat ketika dia dipengaruhi oleh seseorang
dari bagian pemerintahan yang ingin mengintrogasi dia.
b.
Terlihat lebih hebat atau kuat
c.
sementara atau dangkal.
d. Hal
ini dilihat ketika dia diinterogasi departemen kependudukan maka ia lari dari
keluarga angkatnya. Tetapi setelah dia
sadar maka ia kembali kepada Keluarganya karena dia merasa mempunyai
tempat yang nyaman dengan keluarga angkatnya.
e.
Lebih sering terjadi
Seperti yang dikatakan ibu
kandungnya dalam film itu bahwa Michael sering melarikan diri dari keluarga
yang mengangkatnya. Tetapi setelah di keluarga Mr. Tuhoy
f.
Dapat diketahui dengan jelas dari tingkah lakunya.
g.
Reaksi mencerminkan individualitas
Ada dua
kondisi yang mempengaruhi perkembangan emosi, berikut uraiannya dari buku Perkembangan
Anak karya Elizabeth Hurlock
1. Peran Pematangan
Perkembangan kelenjar endokrin
penting untuk mematangkan perilaku emosional. Bayi secara relatif kekurangan
produksi endokrin yang diperlukan untuk menopang reaksi fisiologis terhadap
stres. Kelenjar adrenalin memainkan peran utama dalam emosi yang mengecil
secara tajam ketika bayi baru lahir. Tidak lama kemudian kelenjar itu mulai
membesar lagi, dan membesar dengan pesat saat anak berusia 5 tahun.
Pembesarannya melambat pada usia 5 sampai 11 tahun, dan membesar lebih pesat
lagi sampai anak berusia 16 tahun. Pada usia 16 tahun kelenjar tersebut kembali
keukuran semula seperti pada saat anak lahir. Hanya sedikit adrenalin yang
diproduksi dan dikeluarkan sampai saat kelenjar itu membesar. Pengaruhnya
penting terhadap keadaan emosional pada masa kanak-kanak.
2.
Peran Belajar
Lima jenis kegiatan belajar
turut menunjang pola perkembangan emosi pada masa kanak-kanak. Terlepas dari
metode yang digunakan, dari segi perkembangan anak harus siap untuk belajar
sebelum tiba saatnya masa belajar. Sebagai contoh, bayi yang baru lahir
tidak mampu mengekspresikan kemarahan kecuali dengan menangis. Dengan adanya
pematangan system saraf dan otot, anak-anak mengembangkan potensi untuk
berbagai macam reaksi. Pengalaman belajar mereka akan menentukan reaksi
potensial mana yang akan mereka gunakan untuk menyatakan kemarahan.
Dari
hal tersebut dapat kita lihat bahwa Oher kecerdasan emosi bermula sejak kecil
dan dengan itu, ibu bapa memiliki peranan terpenting dalam membina kecerdasan
emosi anak-anak. Tetapi Michael tidak memperoleh itu karena keadaan keluarganya
yang tidak utuh. Maka perkembangan emosi Michael sangat
c.
Perkembangan
Sosial
Emosi dan moral sangat
erat kaitannya, sehingga perkembangan moral dan perkembangan social sangat
berpengaruh. Maka dari film tersebut dapat kita lihat bahwa:
a.
Perkembangan
social Michael Oher berkembangnya tingkat hubungan antarmanusia sehubungan dengan
meningkatnya kenutuhan hidup manusia.
b.
Perhatian
Michael mulai tertuju pada pergaulan di dalam masyarakat dan dia membutuhkan pemahaman tentang norma kehidupan
yang kompleks. Michael tidak pernah
bergaul dengan sebayanya karena dia tidak pernah diterima lingkungannya.
c.
Perkembangan
Michael dipengaruhi oleh beberapa factor, yaitu : kondisi keluarganya,
kematangannya, status sosial ekonomi keluarga, pendidikan, dan kapasitas mental
terutama intelek dan emosi (naluri protective).
d.
Hubungan
sosial remaja Michael berkaitan dengan proses penyesuaian dirinya dan berpengaruh
terhadap tingkah laku, seperti kebiasaannya yang mengisolasi diri.
Faktor-Faktor
yang Mempengaruhi Perkembangan Sosial
Perkembangan
sosial manusia dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu: keluarga, kematangan
anak, status ekonomi keluarga, tingkat pendidikan, dan kemampuan mental
terutama emosi dan inteligensi.
1.
Keluarga
Keluarga merupakan lingkungan
pertama yang memberikan pengaruh terhadap berbagai aspek perkembangan anak,
termasuk perkembangan sosialnya. Kondisi dan tata cara kehidupan keluarga
merupakan lingkungan yang kondusif bagi sosialisasi anak. Di dalam keluarga berlaku
norma-norma kehidupan keluarga, dengan demikian maka perkembanga sosial anak
ditentukan oleh keluarga. Proses pendidikan yang bertujuan mengembangkan
kepribadian anak lebih banyak ditentukan oleh keluarga. Pola pergaulan dan
bagaimana norma dalam menempatkan diri terhadap lingkungan yang lebih luas
ditetapkan dan diarahkan oleh keluarga.
Michael
tidak pernah merasakan kasih sayang dan kehangatan dikeluarganya. Hal ini
sangat berpengaruh pada diri si Michael.
2.
Kematangan Anak
Bersosialisasi memerlukan kematangan
fisik dan psikis. Untuk mampu mempertimbangan dalam proses sosial, memberi dan
menerima pendapat orang lain, memerlukan kematangan intelektual dan emosional.
Di samping itu, kemampuan berbahasa ikut pula menentukan. Dengan
demikian, untuk mampu bersosialisasi dengan baik diperlukan kematangan fisik
sehingga setiap orang fisiknya telah mampu menjalankan fungsinya dengan baik.
Michael mempunyai fisik yang sangat
atletis/ big sehingga orang di sekitarnya merasa aneh/ tidak ada yang mau
berteman dengan dia (dia menjadi malu atas kekurangannya sehingga dia cenderung
menutup diri) meskipun pada akhirnya itu juga yang membawa dia menjadi seorang
bintang.
3.
Status Sosial Ekonomi
Kehidupan sosial banyak dipengaruhi
oleh kondisi atau status kehidupan sosial keluarga dalam lingkungan masyarakat.
Masyarakat akan memandang anak, bukan sebagai anak yang independen, akan tetapi
akan dipandang dalam konteksnya yang utuh dalam keluarga anak itu. “ia anak
siapa”. Hal ini dapat berakibat lebih jauh, yaitu anak menjadi “terisolasi”
dari kelompoknya. Akibat lain mereka akan membentuk kelompok dengan normanya
sendiri.
Status kehidupan sosial keluarga Michael dalam lingkungan mereka sangat buruk (mamanya
pecandu dan papanya tewas dibunuh ketika ia masih kecil) sehingga ia minder
diantara teman- teman seusianya.
4.
Pendidikan
Pendidikan merupakan proses
sosialisasi anak yang terarah. Hakikat pendidikan sebagai proses pengoperasian
ilmu yang normatif, akan memberikan warna kehidupan sosial anak di dalam
masyarakat dan kehidupan mereka di masa yang akan datang. Penanaman norma
perilaku yang benar secara sengaja diberikan kepada peserta didik yang belajar
di kelembagaan pendidikan(sekolah).
Michael
belum pernah belajar disekolah kerena untuk makan saja kadang makan kadang
tidak.
5.
Kapasitas
Mental, Emosi, dan Intelegensi
Kemampuan berpikir banyak
mempengaruhi banyak hal, seperti kemampuan belajar, memecahkan masalah, dan
berbahasa. Anak yang berkemampuan intelektual tinggi akan berkemampuan
berbahasa secara baik. Oleh karena itu kemampuan intelektual tinggi, kemampuan
berbahasa baik, dan pengendalian emosional secara seimbang sangat menentukan
keberhasilan dalam perkembangan sosial
anak. Sikap saling pengertian dan kemampuan memahami orang lain merupakan modal
utama dalam kehidupan sosial dan hal ini akan dengan mudah dicapai oleh remaja
yang berkemampuan intelektual tinggi. Michael mempunyai IQ yang rata- rata
bawah, tidak pernah bicara dengan orang lain. Sehingga perkembangan sosialnya
sangat tidak sesuai dengan perkembangan usianya.
Kesimpulan
Pengembangan
potensi peserta didik merupakan proses yang disengaja dan sistematis dalam membiasakan/mengkondisikan
peserta didik agar memiliki kecakapan dan keterampilan hidup. Untuk dapat
mengembangkan, sebelum ataupun bersamaan dengan usaha kongkrit dilakukan,
sangat perlu adanya pengertian dan pemahaman para pendidik/ orang tua terhadap remaja.5
Kecakapan dan keterampilan yang dimaksud berarti luas, baik kecakapan personal
(personal skill) yang mencakup; kecakapan mengenali diri sendiri (self
awareness) dan kecakapan berpikir rasional (thinking skill),
kecakapan sosial (social skill), kecakapan akademik (academic skill),
maupun kecakapan vokasional (vocational skill). Kegiatan pendidikan pada
tahap melatih lebih mengarah pada konsep pengembangan kemampuan motorik peserta
didik. Terkait dengan proses melatih ini, perlu dilakukan pembiasaan dan
pengkondisian anak dalam berpikir secara kritis, strategis dan taktis dalam
proses pembelajaran
Saran
Sejalan
dengan simpulan di atas, penyusun menyarankan setiap calon pendidik dapat
memahami konsep perkembangan sosial peserta didiknya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar